Zaman Prasejarah
Farmasi telah ada sejak pemikiran manusia mulai berkembang meski dalam
bentuk yang sangat sederhana. Manusia purba belajar dengan menggunakan insting
dan observasi terhadap burung-burung dan hewan-hewan buas. Mereka juga memanfaatkan
air dingin, daun, kotoran, dan lumpur. Dengan berbagai usaha yang bersifat
coba-coba, manusia purba mempelajari berbagai hal untuk menolong sesamanya.
Dalam waktu singkat, mereka dapat menggunakan pengetahuannya dan bermanfaat
bagi orang lain. Meskipun menggunakan metode yang masih kasar, beberapa obat
masa kini berasal dari sumber-sumber yang telah digunakan oleh nenek moyang
kita tersebut.
Farmasi
pada Masa Babylonia Kuno
Babylon, permata bagi Mesopotamia kuno, sering
disebut juga sebagai tempat munculnya peradaban manusia, adalah yang pertama
menemukan dan melaksanakan praktek peracikan obat. Para ahli penyembuh ketika
itu (sekitar 2600 SM) melaksanakan tiga peran berbeda secara bersamaan sebagai
agamawan, dokter, dan apoteker. Naskah-naskah medik ditulis di atas tablet
tablet tanah liat yang berisikan gejala-gejala penyakit, resep dan cara
peracikan obat, dan juga doa-doa. Orang-orang babylon telah berhasil menemukan
hal-hal penting dalam upaya penyembuhan penyakit yang pada masa sekarang
dikenal dengan farmasetik modern, ilmu kedokteran, serta kegiatan-kegiatan
spiritual.
Farmasi
pada Masa Cina Kuno
Kefarmasian di Cina menurut legenda pertama kali
dikembangkan oleh Shen Nung (sekitar 2000 SM). Seorang kepala suku yang telah
mencari dan menginvestigasi khasiat obat dari ratusan herbal. Beliau diyakini
mencobakan beberapa herbal tersebut terhadap dirinya sendiri, serta menulis Pen
T-Sao pertama, tulisan tentang herbal-herbal asli yang berisikan 365 jenis
obat-obatan. Sesuatu yang masih dipuja oleh orang cina asli penghasil obat
sebagai wujud perlindungan Tuhan untuk mereka. Shen Nung secara menakjubkan menguji
beberapa herbal, kulit kayu, dan akar yang diperoleh dari ladang, rawa-rawa,
dan hutan yang masih dikenal dalam bidang kefarmasian hingga ni. Menggunakan
background “Pa Kua”, suatu simbol matematis dari penciptaan dan kehidupan.
Tanaman-tanaman obat yang ditemukan oleh Shen Nung antara lain podophyllum,
rhubarb, ginseng, stramonium, kulit kayu cinnamon, dan jugaseperti yang berada
di tangan bocah pada gambar, ma huang, atau disebut juga ephedra.
Papyrus
Ebers
Praktek pengobatan di Mesir telah berlangsung
sejak tahun 2900 SM dan mereka juga diketahui memiliki catatan formula obat
fenomenal, Papyrus Ebers, yang dibuat sejak 1500 SM. Papyrus Ebers tersebut
memuat sekitar 800 formula dan 700 macam obat-obatan. Pusat farmasi di Negara
Mesir kuno diselenggarakan oleh dua orang pejabat negara yang bertindak sebagai
Ahli Farmasi di suatu ruangan yang disebut sebagai “Rumah Kehidupan”. Dengan
seting kira-kira seperti gambar ini, Papyrus Ebers didiktekan oleh seorang ahli
farmasi mengenai prosedur formulasi yang sedang dikerjakan.
Bapak Botani:
Theophrastus
Theoprastus (sekitar 300 SM) adalah sosok ilmuan Yunani kuno ternama yang
dikenal sebagai filosof besar dan ahli dalam ilmu alam dan disebut-sebut
sebagai Bapak Botani. Berbagai observasi dan pengamatan yang dilakukannya
mengenai medis dan herba merupakan suatu pencerahan bagi pemahaman manusia.
Beliau bertindak sebagai pengajar bagi sekumpulan siswa yang mempunyai minat
yang sama dengannya. Di dalam gambar ini Beliau memperagakan tanaman
Belladonna, dan di belakangnya terletak bunga pomegranate, senna, dan juga
manuskrip-manuskrip perkamen. Siswa juga terlihat menggunakan papan gading yang
dilapisi madu warna sebagai alat tulis.
Sang Toksikolog: Mithridates VI
Mithridates VI adalah seorang raja negeri Pontus
(sekitar 100 SM) yang senantiasabertempurmelawan kekaisaran Romawi. Beliau
adalah ilmuan toksikologi yang menemukan tidak hanya tentang berbagai jenis
racun, namun juga bagaimana mencegah dan mengobati efek racun. Mithridates VI
tanpa banyak pertimbangan menggunakan tubuhnya sendiri dan juga tubuh para
tahanan sebagai "kelinci percobaan" dalam mengujicoba berbagai racun
dan antiracun. tampak dalam gambar, di belakang Mithridates terletak rhizotomists,
offering fresh, flowering aconite, ginger,dan gentian. Dan di kanan bawah
gambar terletak dua buah wadah biang sampanye. formulayang diramu Mithridates
yang paling terkenal adalah suatu panantidotal yang populer digunakan selama
kurang lebih seribu tahun yang dikenal dengan Mithridatum.
Terra Silgillata: Merek Obat Pertama
Orang-orang masa lampau telah mempelajari
manfaat dari merek dagang yang merupakan identitas suatu barang yang digunakan
untuk meraih konsumen. salah satu therapeutic agent yang memakai merek dagang
adalah Terra Sigillata (cap Bumi), suatu tablet tanah liat yang berasal dari
pulau Mediteranean di Lemnos sebelum tahun 500 SM. setiap tahunnya tanah liat
digali di terowongan Lemnian dihadiri oleh pemerintah dan pendeta-pendeta.
tanah liat dicuci, disuling, dan digulung dengan ketebalan tertentu, tanah liat
itu dibentuk seperti pastilles dan diberi cap oleh para pendeta wanita, lalu
dikeringkan di bawah sinar matahari. Lalu tablet-tablet itu didistribusikan
secara komersial.
Dioscorides
Dengan adanya berbagai pencapaian dalam dunia ilmu pengetahuan serta
perkembangan yang memotivasi banyak orang melakukan observasi atau
studi intensif oleh para saintis, penelitian menjadi kian penting bagi
kebutuhan perdagangan dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri.
Pedanios Dioscorides (abad pertama masehi), adalah saintis yang telah
berkontribusi dalam bidang kefarmasian. Untuk mempelajari Materia Medica,
Beliau melakukan kerjasama dengan tentara romawi di seluruh dunia. Dia mencatat
hasil-hasil observasi, menyampaikan tentang cara yang baik dalam mengumpulkan,
menyimpan, dan menggunakan obat-obatan. Berbagai uji coba yang telah
dilakukannya terus digunakan sampai pada abad keenam.
Galen
Galen adalah sosok dari masa lalu yang sampai
sekarang masih sangat dihormati oleh profesi farmasi dan kedokteran. Galen
(tahun 130-200 M)merupakan pakar praktisi dan pendidikan farmasi dan kedokteran
di Roma. metode yang diterapkannya dalam menyiapkan dan meracik obat telah
digunakan di dunia barat selama 1500 tahun, dan namanya sendiri telah
diasosiasikan dengan metode peracikannya yang dikenal dengan galenika. Beliau
adalah penemu dari formula krim dingin, yang secara esensial adalah sama dengan
krim yang kita kenal sekarang. banyak prosedur-prosedur yang ditemukan Galen
masih digunakan di laboratorium peracikan modern masa kini.
Damian dan Cosmas
Identiknya dua professional kesehatan, farmasi
dan kedokteran, digam-barkan secara menarik oleh pasangan kembar, Damian
(Farmasis) dan Cosmas (Dokter). Pasangan tersebut merupakan keturunan arab yang
beragama nasrani. Mereka memasukkan unsur religius dalam pengetahuan mereka
untuk membantu pasien. Karir mereka berahir pada tahun 303 M secara martir dan
selama berabad-abad makam mereka di Kota Syiria (Cyprus) dianggap suci. Mereka
termasuk dari deretan saintis penting yang menyokong kefarmasian dan kedokteran.
Hipocrates
Sejak masa Hipocrates (460-370 SM) yang dikenal sebagai “Bapak Ilmu
Kedokteran”, belum dikenal adanya profesi Farmasi. Seorang dokter yang
mendignosis penyakit, juga sekaligus merupakan seorang “Apoteker” yang
menyiapkan obat. Semakin lama masalah penyediaan obat semakin rumit, baik
formula maupun pembuatannya, sehingga dibutuhkan adanya suatu keahlian
tersendiri. Pada tahun 1240 M, Raja Jerman Frederick II memerintahkan pemisahan
secara resmi antara Farmasi dan Kedokteran dalam dekritnya yang terkenal “Two
Silices”. Dari sejarah ini, satu hal yang perlu direnungkan adalah bahwa akar
ilmu farmasi dan ilmu kedokteran adalah sama.